Tampilkan postingan dengan label Ghoib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ghoib. Tampilkan semua postingan

Tiga Macam Mati Syahid Menurut Islam

Orang yang mati karena mempertahankan agama Islam, maka orang tersebut tergolong dalam mati syahid. Sungguh orang yang mati syahid akan ditempatlan di Surga oleh Allah SWT.

Orang yang mempertahankan agama islam tanpa menghiraukan ancaman apapun untuk merubah keyakinannya, maka orang tersbut tergolong orang yang ingin hidup dan mati di jalan Allah SWT.

Mati Syahid dikategorikan dalam berbagau sebutan sebagai berikut:
1. Syahid Dunia Akhirat.
Yaitu orang-orang islam yang telah gugur di medan pertempuran untuk membela agama Allah SWT.

2. Mati Syahid Akhirat.
Yaitu orang-orangislam yang mati akibat kecelakaan, sakit perut, melahirkan, tenggelam, tertimpa longsoran batu dan sebagainya.

3. Mati Syahid Dunia.
Yaitu seorang prjurit yang telah gugur di medan perang dengan niat untuk membela agama Allah SWT dan mengharap rampasan perang.

Dan diantara syahid yang paling utama adalah mati syahid dunia dan akhirat.
Begitu mulianya orang yang mati membela agama Allah SWT, hingga jasadnya mendapat derajat yang tinggi di sisi Allah SWT.

Patut diketahui!!!Tanda-tanda seseorang akan mati

Konon katanya, hanya orang yang berimanlah yang akan merasakan tanda-tanda tersebut. Bahkan kadang, yang berimanpun juga tidak dapat mengetahui "makna" dari tanda-tanda yang dia alami. Selalu saja terkecoh. Dianggapnya sepele. Padahal, sebentar lagi dia akan dijemput oleh malaikat maut.
Dalam artikel kali ini, mari kita berbagi pengetahuan Apakah Allah memberikan kesempatan bagi seseorang untuk mengetahui bahwa ajalnya telah tiba...? Alangkah beruntungnya kita jika kita dapat menyadari bahwa dalam hitungan tahun, bulan, hari kita akan segera menghadap Yang Maha Kuasa. Tentu saja kita akan segera memperbaiki diri, bertaubat, dan selalu berbuat baik selagi kita diberikan kesempatan waktu untuk menjalankan taubat kita jelang mati. Subhannallah...
” Tanda 100 hari mau meninggal “


Ini adalah tanda pertama dari ALLAH SWT kepada hambanya dan hanya akan
Disadari oleh mereka yang dikehendakinya……

Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini hanya saja
mereka menyadari atau tidak…..

Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu ashar, seluruh tubuh
yaitu dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau
seakan-akan menggigil.

Contohnya seperti daging lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati
daging tersebut seakan -akan bergetar……

Tanda ini rasanya nikmat dan bagi mereka yang sadar dan berdetik dihati
bahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan
hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini.

Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan
kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu
saja tanpa sembarang manfaat…

Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini, maka ini adalah peluang
Terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

” Tanda 40 hari sebelum hari mati “


Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu ashar, bagian pusat kita
Akan berdenyut-denyut pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan
Gugur dari pokok yang letaknya diatas arash ALLAH SWT, maka malaikat maut
akan mengambil daun tersebut dan mulai melakukan persiapan
atas pencabutan nyawa kita,antaranya ialah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang masa …
Akan terjadi malaikat maut ini memperlihatkan wajahnya sekilas.

jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan
bingung seketika…

” Tanda 7 hari “


Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan
musibah kesakitan dimana orang sakit yang tidak makan, secara tiba-tiba
ia berselera untuk makan…

( Mungkin barokah atau  kenikmatan hidup yang diberikan Allah untuk hamba tersebut untuk detik-detik terakhir )

” Tanda 3 hari “


( masih berhubungan dengan tanda-tanda menjelang kematiannya seseorang, bagi orang yang tengah dilanda sakit. Tanda ini mungkin tidak terjadi pada orang yang sehat. )

Jika ini terjadi pada kita yang sedang sakit, maka akan terasa denyutan di bagian tengah dahi kita yaitu
diantara dahi kanan dan dahi kiri, jika tanda ini dapat dirasakan maka
berpuasalah kita setelah itu supaya perut kita tidak mengandung banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti….

Kalau sedang mengamati orang yang sedang sakit parah, dan sepertinya hanya tinggal menunggu waktu saja, maka perhatikan tanda-tanda ini :

Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang
yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat terlihat
jika kita melihatnya dari bahagian samping…

Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan beransur-angsur masuk
Ke dalam…

Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan
sukar ditegakan…

” Tanda 1 hari “

Akan berlaku sesudah ashar dimana kita akan merasakan satu denyutan di
sebelah belakang yaitu di kawasan ubun-ubun dimana ini menandakan kita
tidak akan sempat untuk menemui waktu ashar keesokan harinya….

” Tanda akhir “

Akan terjadi keadaan dimana kita akan merasakan sejuk dibagian pusat
dan
rasa itu akan turun kepinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian
Halkum…
Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimat SYAHADAT dan berdiam
diri
dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali
kepada
ALLAH SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan
pula…wallah’ualam…

Kalau diantara kita ada yang menyadari saat -saat tersebut…..
mungkin sudah saatnya buat kita untuk, minta maaf dengan seluruh anggota keluarga, saudara, sahabat, teman, dan tak lupa sesama sahabat blogger.

Meskipun seandainya kita seumur hidup berbuat jahat selalu,
Semoga saat kita dicabut nyawanya,kita dalam keadaan berbuat baik.

Amiiiiin……

Sakaratulmaut



Menurut sebagian besar ulama, dekat-dekat akan meninggal malaikat maut akan berulang-ulang mengunjungi orang yang akan meninggal itu. Kadang-kadang ia menunjukan dirinya dengan jelas, bahkan kadang-kadang suaranya jelas terdengar oleh yang bersangkutan. Kedatangan malaikat maut ini sebenarnya adalah suatu peringatan, bahkan tidak lama lagi orang itu akan meninggal. Rupanya malaikat maut ingin memberi peringatan agar orang itu bersiap-siap dengan perbekalannya. Junjungan kita yang mulia, Rasulullah SAW dalam hal ini telah bersabda :

  “Apabila Allah bermaksud baik kepada seseorang hamba, maka bentuk malaikat maut itu akan disesuaikan dengan amal salehnya sebelum mati”.

  Berdasarkan hadits ini, jelaslah bahwa bentuk malaikat maut yang datang itu bergantung kepada tingkat iman dan amal salehnya seseorang. Semakin banyak amal saleh orang itu, maka bentuk malaikat maut yang datang akan semakin menyenangkan. Dan sebaliknya semakin besar dosanya, maka bentuknya akan semakin menakutkan.

  Dalam hadits lain, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa sebaik-baik sikap pada waktu meninggal adalah ingat kepada Allah dengan mengucapkan Lailaha Ilallah. Pada kenyataannya, amat jarang orang yang mampu mengucapkan kalimat sakral ini dengan keikhlasan yang mendalam. Mengapa kita coba bersama-sama untuk menelaahnya.

  Menurut para ahli, pada saat seseorang akan meninggal, yaitu pada saat roh sudah sampai di tenggorokan, maka ingatan, akal, dan ilmu akan hilang; yang berfungsi hanyalah alam bawah sadarnya. Pada saat kritis ini, setan berusaha sekuat tenaga dengan berbagai cara mengalihkan perhatian orang yang sedang sekarat itu agar jangan sampai mengucapkan lailaha illallah. Macam-macam akal dikeluarkannya, mungkin ia menjelma menjadi bentuk ayah atau ibunya yang telah meninggal, atau pun ia menjelma menjadi bentuk yang menakutkan. Semua akal-aklan setan ini tujuannya hanya satu, yaitu agar orang yang sedang sekarat itu terlena atau takut, sehingga akhirnya ia akan lupa kepada Allah. Oleh karena itu, bila kita melihat orang yang sedang berjuang dalam sakratulmaut, maka bantulah ia dengan membisikan berulang-ulang kalimat Lailaha Ilallah sebagaimana petunjuk yang diberikan Rasulullah SAW:

  “Talkinkan olehmu orang yang sedang dalam sakratulmaut itu, dengan mengucapkan Lailaha Ilallah. Orang yang mengakhiri perkataannya itu dengan kalimat syahadat, maka dia akan dimasukkan ke dalam syurga”. 

  Salah seorang sahabat Rasulullah SAW, yaitu Umar bin Khatab berkata, “Ucapkanlah kepada mereka yang sedang dalam sakratulmaut itu Lailaha Illah. Mereka itu melihat apa-apa yang tidak terlihat olehmu”.

  Bagaimana cara mengatasi godaan setan pada waktu sakratulmaut?

  Godaan setan yang maha berat pada waktu sakratulmaut ini, hanya dapat diatasi dengan satu cara, yaitu rasa cinta yang mendalam kepada Allah SWT. Karena, apa yang paling dicintai, apa yang menjadi kerinduan siang dan malam, maka itulah yang akan teringat oleh kita pada waktu napas terakhir.

  Seringkali kita jumpai orang sekarat yang menepis atau menolak bila dibisikkan “Lailaha Ilallah” ditelinganya. Hal ini terjadi karena dalam keadaan sekarat, akal telah pergi, ingatan hilang; hati nurani akan mengenyampingkan semua hal, kecuali pada apa yang dicintai saja. Oleh karena itu, bila kita ingin pada saat meninggal nanti hanya ingat kepada Allah dengan mengucapkan “Lailaha Ilallah”  maka pupuklah rasa cinta kepada Allah. Karena, sekali lagi, dalam keadaan sekarat: akal akan beku, sedangkan hati hanya mampu mengingat apa-apa yang kita cintai saja.

  Rasa cinta jelas mustahil muncul dalam sekejap. Sangat logis bila mengharapkan rasa cinta pada Allah itu muncul pada waktu sakratulmaut, di mana akal sudah tidak normal dan setan sedang menggoda dengan seberat-beratnya godaan, serta badan menanggung rasa sakit yang luar biasa seperti ditusuk-tusuk dengan 300 tusukan pedang.

  Untuk menumbuhkan rasa cinta pada Allah, biasakanlah berzikirmengingat-Nya. Jadikan Allah itu menjadi kekasih, dan letakkanlah Dia dalam rongga hati kita yang paling dalam.

  Para ulama mengatakan, setelah selesai Tanya jawab dalam kubur maka roh selanjutnya di alam barzah akan ditempatkan pada tempat-tempat yang sudah disiapkan untuknya; yaitu sesuai dengan amal perbuatannya selama hidup di alam dunia. Yang amal salehnya banyak, yaitu selalu taat mengerjakan perintah-perintah Allah, akan menempati tempat yang bagus sekali; lebih indah dari kesenangan yang terdapat dalam mimpi. Sedangkan bagi yang selalu membangkang pada perintah-perintah Allah akan mengalami penderitaan yang luar biasa pahitnya, naudzhubillah. Bagi mereka itu, alam barzah adalah benar-benar tempat derita dan sengsara. Dalam hal ini Rasulullah SAW, bersabda:

  “Jangalah kamu memaki orang yang telah mati. Karena sesungguhnya mereka telah menemui apa yang mereka amalkan semasa hidupnya”.

  Marilah dari sekarang kita sadari, bahwa banyak harta sedikit amal saleh ternyata tidak ada gunanya sama sekali. Harta yang dicari mati-matian itu akan di dunia; akan dibagi-bagi oleh ahli waris. Bayangkanlah, berpayah-payah mengumpulkan harta, kadang-kadang sudah Maghrib masih di kantor; harta tertumpuk, kita meninggal. Masih terbaring mayat kita di tempat tidur –belum dimandikan dan belum di kafani- para ahli waris sudah bertengkar memperebutkan harta yang kita kumpulkan mati-matian itu. Payah-payah mengumpulkan harta selama ini ternyata hanya untuk mengadu anak berkelahi dengan anak mengenai warisan. Yang dapat kita bawa serta masuk ke liang kubur hanyalah secarik kain kafan, yaitu kain putih sepanjang empat hasta. Tidak lebih dari itu!.

  Rasulullah SAW yang mulia bersabda :
  “Sesungguhnya kubur adalah tahap pertama dari beberapa tahap tempat di akhirat. Kalau seseorang telah selamat disitu, maka tahap yang sesudahnya akan lebih enteng, dan kalau tidak selamat di situ, tahap yang sesudahnya akan lebih berat lagi”.

  Ingin saya sampaikan sekali lagi, mengucapkan kalimat “Lailaha Illallah” dengan sepenuh perasaan pada saat sakratulmaut. Selintas kedengarannya mudah, namun kenyataannya hanya orang tertentu saja yang sanggup melaksanakannya. Hal ini disebabkan antara lain karena :

  ·  Pada waktu sakratulmaut, akal atau ingatan sudah tidak berfungsi normal, bahkan dapat dikatakan hilang

  ·  Setan menggoda dengan seberat-beratnya godaan. Biasanya setan muncul di  penglihatan orang sekarat itu menyerupai orang-orang yang dikenal dekat dan sudah meninggal

  ·  Rasa sakit yang amat sangat, seolah-olah ditusuk oleh 300 pedang
  Dalam keadaan payah seperti itu, jelaslah yang bekerja hanyalah alam bawah sadar saja, yang teringat adalah hanya apa-apa yang kita cintai dan kita rindukan siang malam.

  Agar kita mampu mengucapkan pengakuan “Lailaha Illallah” pada saat akan meninggal, maka kita harus cinta atau dsekat kepada Allah SWT yang tertanam sampai ke dalam lubuk hati. Untuk itu, satu-satunya jalan adalah: berjihad menundukan nafsu agar menjadi manusia yang bertaqwa!. Ingatlah, kuburan bergerak secara pasti menghampiri kita dengan kecepatan 60 menit perjam. Dan di akhirat nanti, tidak ada jalan keluar dari neraka. Wallahu a'lam bish-shawab. (TA)

Apakah Jin, Iblis, Setan dan Qarin itu?

A. Jin

Di dalam Al-Quran Al-Kariem, Allah SWT menyebut beberapa kali kata ‘jin’. Bahkan ada satu surat yang secara khusus membahas tentang jin dan dinamakan dengan surat Al-Jin.
Bila disimpulkan secara sekilas, maka ada hal-hal yang bisa ketahui dari Al-Quran Al-Kariem tentang siapakah sosok jin itu.
1. Jin diciptakan oleh Allah SWT dari api.
Allah SWT menyebutkan bahwa jin itu diciptakan dari api yang sangat panas, juga disebutkan terbuat dari nyala api.
Dan Kami telah menciptakan jin sebelum dari api yang sangat panas.(QS.Al-Hijr : 27)
dan Dia menciptakan jin dari nyala api.(QS.Ar-Rahman : 15 )
2. Jin ada yang muslim dan ada yang tidak
Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda. (QS.Al-Jin :11 )
Contoh jin muslim adalah jin yang menjadi tentara nabi Sulaiman as.
Dan Kami telah menciptakan jin sebelum dari api yang sangat panas.(QS.An-Naml : 17 )
Dan Kami angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.(QS.Saba’ : 12 )
Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang seperti kolam dan periuk yang tetap . Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur. Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih. (QS. Saba’ : 13)

B. IBLIS.

Iblis menurut bahasa arab berasal dari kata ablasa – yublisu – ilbisan yang berarti putus asa, frustasi atau berdukacita. Ilbis menurut Al Qur'an adalah salah satu dari golongan jin yang ingkar terhadap perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam as. Hal tersebut sebagaimana firman Allah:
“dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada malaikat,’sujudlah kamu kepada adam,’maka kecuali ilblis. Dia adalah golongan jin, maka ia mendurhakai perintah tuhannya...” (QS. Al Khafi: 50)
“Allah berfirman:”apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Nabi Adam as) diwaktu aku menyuruhmu?” ilbis menjawab:”aku lebik baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”
(QS al A’raf: 12)

Sedangkan Iblis adalah makhluq durhaka yang jenisnya adalah jin, bukan jenis manusia. Al-Quran Al-Kariem secara tegas menyebutkan bahwa Iblis itu adalah dari jenis jin.
Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam , maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti bagi orang-orang yang zalim. (QS.Al-Kjahfi : 50)

Jadi bisa disebutkan bahwa Iblis itu adalah seorang oknum yang berjenis jin. Dialah dahulu jin yang paling dekat dengan Allah SWT, lalu berubah menjadi ingkar lantaran tidak mau diperintahkan untuk bersujud kepada Adam, manusia pertama.

Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS.Al-Baqarah : 34)

Motivasi yang menghalangi si Iblis itu untuk sujud kepada Adam tidak lain adalah rasa kesombongan dan tinggi hati. Dia merasa dirinya jauh lebih baik dari Adam.

Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". (QS.Al-Araf : 12 )

Ciri yang paling utama dari Iblis adalah dia tidak mati-mati sampai hari kiamat. Dan penangguhan usianya itu memang telah diberikan oleh Allah SWT

Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan". Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh." (QS.Al-Araf : 14-15 )
Iblis berkata: "Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan". Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya ". (QS.Shaad : 79-81 )

Jadi iblis adalah nama seorang jin yang hidup di masa penciptaan Adam as dan tidak mati-mati sampai hari ini. Iblis adalah kakek moyang syetan yang juga punya keturunan, namun keturunannya itu tidak mendapatkan jaminan untuk hidup sampai kiamat. Dan sebagai bangsa jin, ada diantara keturunannya itu yang mati. Meski barangkali usianya berbeda dengan rata-rata manusia. Tetapi tetap akan mati juga. Kecuali kakek moyang mereka yaitu Iblis.
Sangat jelaslah ilbis itu bukan makluk baru ciptaan Allah SWT atau tafsiran beberapa ulama terdahulu ilbis itu merupakan malaikat yang membangkang Allah Azza Wa Jalla. Kedua ayat Al Qur'an diatas secara implisit dan tegas menyebutkan ilbis berasal dari golongan jin yang tercipta dari api. Sedangkan makluk Allah yang tercipta dari api hanya bangsa jin bukan manusia yang tercipta dari tanah atau bangsa malaikat yang tercipta dari cahaya (nur).
Selain itu ada beberapa dalil yang membuktikan bahwa sebelumnya iblis bukan dari golongan malaikat melainkan golongan jin:
1. Iblis memiliki keturunan, sementara malaikat tidak memiliki keturunan.
2. Malaikat terjaga dari segala dosa, sementara ilbis tidak terjaga dari dosa.
3. Iblis tercipta dari api, sedangkan malaikat tercipta dari cahaya.
4. dalam Al Qur'an ditegaskan bahwa syetan adalah jin.
5. banyak riwayat dari rasulullah muhammad saw dan para sahabat yang sampai kepada kita yang menegaskan bahwa ilbis adalah jin.

C. Setan
Menurut bahasa Arab adalah ruuhun syariirun atau ruh yang sangat jahat/buruk, al-hayatul khabitsah atau suatu kehidupan yang sangat buruk dan mutamarridun madsadun atau pendurhaka yang merusak”. Sedangkan setan secara istilah adalah sifat yang jahat yang tersembunyi dalam diri jin dan manusia yang dapat menimbulkan kerusakan dan kehancuran. Jadi syetan adalah profesi atau sebutan dari kalangan jin dan manusia yang jahat. Hal ini sesuai dengan definisi Allah mengenai syetan dalam Al Qur'an:
“syetan yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia dari (golongan jin dan manusia” (QS. An-Naas: 5-6)
“ dan demikian kami jadikan bagi tiap – tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan dari jenis manusia dan dari jenis jin. Sebagian lagi membisikkan kepada sebagian lagi perkataan – perkataan yang indah – indah untuk menipu manusia. Jikalau tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan,” (QS Al-An’am: 112)
Jadi Setan adalah anak cucu keturunan dari Iblis dan Jin.

Diantara sifat syetan itu adalah sifat congkak, sesat dan cinta terhadap kejahatan. Jin yang bersifat congkak dan cinta kejahatan disebut setan. Manusia yang memiliki sifat tersebut disebut juga setan. Setan dari jenis manusia dan setan dari jenis jin yang ditetapkan Allah sebagai musuh para nabi itu menperdaya sebagian yang lain dengan kata-kata indah yang dibisikannya. Yang dimaksud dengan membisikkan disini adalah memindahkan pengaruh internal dari sebagian kepada sebagian yang lain, menipu dan mendorongnya untuk berbuat congkak, sesat dan maksiat kepada Allah Azza Wa Jalla.
Setan jenis manusia, sepak terjangnya dapat dilihat secara nyata dan jelas oleh mata telanjang kita, begitu pula bentuk permusuhan mereka terhadap nabi dan orang yang beriman itu. Sementara seyetan jenis jin bercampurbaur denjgan manusia untuk menjerumuskan dan menyesatkanya dengan cara – cara yang tidak diketahui manusia. Sebagaimana firman Allah di Al Qur'an:
“dan kami tetapkan bagi mereka teman – teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada dihadapan dan dibelakang mereka dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jin dan manusia; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi”
(QS Fusshilat: 25)
“ dan orang-orang kafir berkata, “ya Tuhan kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kami kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina” (QS Fusshilat: 29)
Sedangkan Syaitan itu menurut Al-Quran Al-Kariem adalah makhluq yang kerjanya mengajak kepada perbuatan jahat dan keji serta berbohong.
1. Mengajak Kepada Perbuatan Keji
Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.(QS. Al-Baqarah : 169 )
2. Syetan Adalah Musuh Manusia
Dan Allah SWT telah menegaskan bahwa syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS.Al-Baqarah : 208 )
3. Memberi Janji Dan Angan-angan Kosong
Syaitan itu kerjanya memberi janji dan angan-angan kosong kepada manusia
Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. (QS.An-Nisa : 120 )
4. Syaitan Bisa Berujud Manusia
Namun Syaitan itu tidak terbatas pada jenis makhluk halus / jin saja, melainkan manusia pun bisa dikategorikan sebagai syaitan. Dan Al-Quran Al-Kariem pun juga menyebut-nyebut tentang manusia yang menjadi syaitan itu.
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan manusia dan jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu. Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS.Al-Anam : 112)
Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia. (QS.An-Naas : 1-6 )
D. QARIN

“barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Allah yang maha pemurah (Al Quran), kami adakan baginya setan, maka setan itulah menjadi teman (al Qarin) yang menyertainya” (QS az-Zukhruf: 36)

Rasulullah muhammad saw bersabda tentang al Qarin, “tidak satupun dari kamu yang tidak diwakilkan oleh Allah seorang qarin (peneman) baginya dari bangsa jin.”
Para sahabat bertanya. “apakah qarin itu juga diperuntukkan bagimu wahai Rasulullah Muhammad SAW?” beliau menjawab, “juga bagi saya, akan tetapi Allah SWT telah menolongku terhadapnya, lalu ia masuk Islam, sedangkan ia tidak akan menyuruhku kecuali pada kebaikan.” (HR muslim)
Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “tidaklah ada seorang diantara kalian kecuali disertakan untuknya qarin dari jin dan qarin dari malaikat.”
(HR Muslim dan Ibnu Mas’ud)

Sangat jelas bahwa Qarin itu merupakan salah satu suku bangsa jin yang disebut QARIN yang ditugaskan Allah untuk selalu mengikuti manusia dalam setiap aktivitasnya. Kemungkinan jin qarin masuk Islam oleh pengaruh manusia dijelaskan Dr. Al Asyqar berkata: bisa jadi seorang muslim manpu menpengaruhi jin pendampingnya kemudian dia masuk Islam”.

Tetapi Syeikh Wahid Abdus Salam Bali berkata: apa yang dikatakan oleh Dr. Al Asyqar perlu ditinjau, karena pernyataannya tersebut mengisyaratkan bahwa setiap muslim bisa menpengaruhi jin pendampingnya hingga masuk Islam, bahkan secara tegas beliau menyatakan hal ini. Padahal yang benar tidaklah demikian, karena pemberitahuan di dalam hadist tersebut lahiriahnya menunjukkan bahwa hal tersebut khusus bagi Nabi Muhammad SAW. Siapa yang menyatakan berlaku bagi umum maka ia harus mengemukakan dalil. Sepanjang yang saya ketahui tidak ada dalil yang mendukung pendapat itu.

Sahabat Umar bin Khattab yang dikenal kuat aqidahnya dan baik komitmen agamanya, ditakuti syetan (golongan jin) tetapi beliau tidak manpu mengislamkan jin pendampingnya. Selain itu seandainya seorang muslim selain Nabi Muhammad SAW manpu mengislamkan jin pendampingnya niscaya tidak ada lagi diadakannya ujian dan cobaan.

Seringkali kita mendengar kasus-kasus kesurupan dan menonton sinetron atau reality show bertema jin, dimana “makluh ghaib” yang merasuki tubuh manusia atau berada ditempat/rumah setelah dimediumisasi mengakui sebagai ruh Rasulullah Muhammad SAW, ruh personil walisanga, ruh bung karno, ruh raja-raja terdahulu dan ruh dari keluarga. Si “makluh ghaib” itu menyakinkan dengan manpu menyebutkan tempat suatu kejadian, peristiwa-peristiwa tertentu, silsilah/nasap keluarga dan sebagainya, hal ini membuat orang-orang disekitarnya menyakini bahwa yang merasuk memang ruh yang gentayangan.
Kalaupun ada kesamaan antara pengakuan si “makluh ghaib” dengan sejarah hidup seseorang yang telah meninggal, bukanlah merupakan bukti bahwa itu ruh orang tertentu yang bergentayangan. Itu adalah ulah
jin Qarin orang tersebut saat masih hidup. Si jin Qarin ini berumur panjang dari orang itu yang memiliki data-data lengkap mengenai kehidupan orang itu. Tentunya dengan mudah menjabarkan sejarah hidup orang itu.
 

Misteri alam kubur




Jika kita memasuki daerah pekuburan dan melayangkan pandangan pada kuburan-kuburan yang tersusun rapi, maka kita akan mendapati keheningan dan sunyi yang berkepanjangan. Tak terdengar sedikitpun suara, meski banyak yang tinggal disitu. Kuburan-kuburan yang berjejer rapat, sementara dahulu mereka tinggal berjauhan, tidak saling mengenal antara satu dengan yang lainnya.
Ada anak kecil yang masih menyusui, ada orang kaya, ada juga orang yang tak punya. Ada orang yang tua renta, dan ada pula anak muda. Namun, apakah gerangan yang terjadi pada mereka? Banyak diantara kita tidak mengetahui Misteri Alam Kubur.
Oleh karena itu, kali ini kami akan mengajak anda untuk menjelajahi alam kubur sebagaimana yang telah dikabarkan oleh rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- berdasaarkan wahyu dari Allah – Subhanahu Wa Ta’ala-, bukan dari takhayyul yang dibuat-buat oleh manusia :.
Uraian lengkap Hadits Shohih yang panjang dibawah ini.
Al-Barra’ bin ‘Azib-radhiyallahu ‘anhu- dia berkata,: “Kami pernah mengiringi jenazah seorang dari sahabat anshar. Tatkala kami tiba di kuburan, ternyata penggalian lahat belum selesai. Akhirnya Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-duduk (menghadap kiblat), dan kami pun duduk di sekelilingnya. seolah-olah ada burung diatas kepala kami yang hinggap (karena dalam keadaan diam dan tenang). Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- memegang kayu yang beliau pukulkan ke tanah.(Beliau memandang ke langit lalu memandang ke tanah, lalu beliau mendongakkan kepalanya dan menundukkannya tiga kali). Kemudian beliau bersabda,
اِسْتَعِيْذُوْا بِاللهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
Berlindunglah kalian kepada Allah dari siksa kubur“. Diucapkan dua atau tiga kali. (Kemudian Rasulullah bersabda,
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
Ya Allah aku berlindung kepadamu dari azab kubur“).tiga kali.
Kemudian bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba yang mu’min apabila meninggal dunia dan menghadapi akhirat maka turunlah para malaikat dari langit. Wajahnya putih seakan-akan di wajah mereka itu matahari. Mereka membawa kain kafan diantara kafan-kafan surga dan hanuth (parfum) diantara parfum-parfum surga hingga mereka duduk dari tempat yamg jaraknya sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut -Alaihis Salam- hingga duduk di sisi kepalanya lalu dia berkata, “Wahai jiwa yang baik (dalam sebuah riwayat: yang tenang) keluarlah menuju kepada ampunan Allah dan keridhoan-Nya. (Rasulullah bersabda), “Maka keluarlah ruh itu mengalir seperti tetesan air dari wadahnya, lalu malaikat itu mengambilnya. Apabila malaikat maut telah mengambilnya, maka para malaikat itu tidak membiarkannya berada di tangan malaikat maut sekejap mata pun hingga mereka mengambilnya, lalu mereka meletakkan di dalam kafan dan parfum tersebut.(Maka itulah makna firman Allah -Ta’ala-,
Dia diwafatkan oleh malaikat-malaikat kami; dan malaikat-malaikat kami itu tidak melalaikan kewajibannya“. (QS. Al An’am:61)
Semerbak bau wangi seperti misik paling wangi yang didapati di muka bumi. Lalu mereka membawanya naik. Tidaklah mereka melewatkan ruh itu di hadapan sekumpulan para malaikat melainkan para malaikat itu mengatakan, Siapakah ruh yang wangi ini? Mereka menjawab, Fulan bin Fulan -disebut dengan nama-nama terbaik yang dulu mereka menyebutnya ketika di dunia- hingga mereka sampai di langit dunia. Lalu mereka minta agar pintu dibukakan untuk ruh itu. Maka dibukakan untuk mereka. Lalu para malaikat muqarrabun dari semua sisi langit itu mengantarkannya sampai ke langit yang berikutnya hingga berakhir di langit yang ke tujuh. Maka Allah -Ta’ala- berfirman, “Tulislah untuk hamba-Ku di ‘Illiyyin.”.
Tahukah kamu apakah ‘Illiyyin itu? (yaitu) Kitab yang bertulis. Yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah)“. (QS. Al-Muthoffifin:19-21).
Maka ditulislah kitabnya di Illiyyin. (Kemudian Allah berfirman lagi), “Kembalikanlah ia ke bumi. sesungguhmya Aku (berjanji kepada mereka bahwa) dari bumilah Aku menciptakan mereka dan dari sana Aku kembalikan mereka, dan dari sana pula Aku mengeluarkan mereka lagi di kali yang lain”. Maka (ia dikembalikan ke bumi, dan) dikembalikan ruhnya itu ke dalam jasadnya.(Kata beliau -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, sesungguhnya ia mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarnya, apabila mereka pulang meninggalkannya). Lalu ia didatangi oleh dua malaikat (yang keras hardikannya) seraya menghardiknya dan mendudukkannya. Lalu kedua malaikat itu bertanya kepadanya, “Siapa Rabbmu?” Maka ia menjawab, “Rabbku adalah Allah”. Keduanya bertanya lagi, “Apa agamamu?” Dia menjawab, “Agamaku Islam”. Lalu keduanya bertanya lagi, “Siapakah orang yang diutus oleh Allah kepada kalian itu?” Dia menjawab, “Beliau adalah utusan Allah”. Lalu keduanya bertanya lagi kepadanya, “Apa saja amalanmu?”Dia menjawab, “Aku membaca Kitabullah, lalu aku beriman kepadanya, dan membenarkannya”. Lalu malaikat itu bertanya lagi, “Siapa Rabbmu? dan apa agamamu? dan siapa nabimu?” Itulah akhir fitnah (ujian) atau pertanyaan yang diajukan kepada seorang mu’min. Maka itulah makna firman Allah -Ta’ala-,
Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat”. (QS.Ibrahim: 27)
Lalu ia menjawab, “Rabbku adalah Allah; agamaku Islam, dan nabiku adalah Muhammad -Shollallahu ‘alaihi wasallam-”. Maka ada Penyeru (Allah) yang menyeru dari langit dengan mengatakan, “Telah benar hamba-Ku. maka bentangkanlah permadani dari jannah (surga) dan kenakanlah untuknya dari pakaian jannah, serta bukakanlah untuknya pintu ke jannah”. Lalu sampai kepadanya hawa jannah dan bau wanginya, dan diluaskan kuburnya sejauh mata memandang. Datanglah kepadanya (di dalam sebuah riwayat: didatangkan kepadanya dalam bentuk) seorang laki-laki yang tampan wajahnya bagus pakaiannya, dan wangi baunya, lalu orang itu mengatakan, “Berbahagialah dengan apa yang membuatmu senang, (berbahagialah dengan keridhan dari Allah -Ta’ala-dan jannah yang di dalamnya ada nikmat-nikmat yang abadi). Ini adalah hari yang dijanjikan kepada engkau”. Lalu ia mengatakan kepadanya, “(Engkau telah diberi kabar gembira oleh Allah dengan kebaikan) Siapakah engkau ini? wajahmu menunjukkan wajah orang yang datang dengan kebaikan”. Orang itu menjawab, “Aku adalah amalanmu yang shalih (Demi Allah tidaklah aku mengetahuimu, kecuali engkau orang yang bersegera melakukan ketaatan kepada Allah. Maka Allah membalasmu dengan yang terbaik)”. Kemudian dibukakanlah untuknya pintu jannah dan pintu neraka. Lalu dikatakan kepadanya, “Inilah tempat tinggalmu jika engkau durhaka kepada Allah. Kemudian Allah menggantikanmu dengan yang itu (jannah)”. Saat ia melihat apa yang ada di dalam jannah, ia mengatakan, “Ya Rabbi, segerakanlah datangnya hari kiamat agar aku pulang lagi kepada keluargaku dan hartaku”. (Lalu dikatakan kepadanya:tenanglah).
Lanjut beliau -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda , “Sesungguhnya seorang hamba yang kafir (di dalam sebuah riwayat, “yang fajir/durhaka”) apabila ia meninggal dunia dan menghadapi akhirat, turunlah kepadanya para malaikat dari langit (yang keras lagi kejam) yang berwajah hitam-hitam. Mereka membawa pakaian kasar (dari neraka). lalu mereka duduk dari tempatnya sejauh mata memandang. kemudian datanglah malaikat maut hingga duduk di sisi kepalanya lalu ia berkata, “Wahai jiwa yang jelek! Keluarlah menuju kemurkaan Allah dan kemarahannya!” Maka tercerai-berai ruh itu di dalam jasadnya, kemudian dicabut seperti dicabutnya besi berduri (banyak cabangnya) dari bulu yang basah lalu tertarik putus bersamanya urat-urat dan pembuluhnya. (Kemudian ia dilaknat oleh setiap malaikat yang ada di antara langit dan bumi dan semua malaikat yang ada di langit; ditutuplah pintu-pintu langit. Tidak ada di antara malaikat penjaga pintu itu, kecuali mereka memohon kepada Allah agar ruh itu jangan dinaikkan melalui tempat mereka). Lalu malaikat maut mangambilnya. Apabila malaikat maut telah mengambilnya, maka para malaikat itu tidak membiarkannya berada di tangannya sekejap mata pun hingga mereka mengambilnya, lalu mereka meletakkannya di dalam kafan tersebut. Maka keluarlah dari ruh itu bau busuk seperti bangkai paling busuk yang didapati di muka bumi. Kemudian mereka membawanya naik. Tidaklah mereka melewatkan ruh itu di hadapan sekumpulan para malaikat, melainkan para malaikat itu mangatakan, “Siapakah ruh yang sangat busuk ini?” Mereka menjawab, Fulan bin Fulan – disebut dengan nama-nama terburuk yang dulu mereka menyebutnya ketika di dunia– hingga mereka sampai di langit dunia. Lalu mereka minta agar pintu dibukakan untuk ruh itu. Namun tidak dibukakan untuknya. Kemudian Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- membaca ayat,
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. (QS. Al-A’raf:40)
Allah berfirman, “Tulislah kitabnya di Sijjin, di bumi yang paling bawah“. (Kemudian Allah berfirman lagi), “Kembalikanlah ia ke bumi. Sesungguhmya Aku (berjanji kepada mereka bahwa) dari bumilah Aku menciptakan mereka dan dari sana Aku kembalikan mereka, dan dari sana pula Aku mengeluarkan mereka lagi di kali yang lain”. Maka dilemparkan ruh (dari langit) dengan lemparan (yang membuat ruh itu kembali ke dalam jasadnya). Kemudian Rasulullah membaca,
Barangsiapa yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, Maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit, lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh“. (QS. Al-Hajj: 31)
Lalu dikembalikan ruh itu ke dalam jasadnya. (Kata beliau -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, “Sesungguhnya ia mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarkannya apabila mereka pulang meninggalkannya). Lalu ia didatangi oleh dua malaikat (yang keras hardikannya), lalu keduanya menghardiknya dan mendudukkannya. Kemudian kedua malaikat itu bertanya kepadanya, “Siapa Rabbmu?” Maka ia menjawab, “Haah…hah, saya tidak tahu“. Keduanya bertanya lagi, “Apa agamamu?” Dia menjawab, “Haah hah, saya tidak tahu“. Lalu keduanya bertanya lagi, “apa komentarmu tentang orang yang diutus oleh Allah kepada kalian itu?” Dia tidak tahu namanya. Lalu dikatakan kepadanya, “Muhammad!?” Maka ia menjawab, “Haah…hah, saya tidak tahu (saya mendengar orang mengatakan begitu”. Lalu dikatakan kepadanya, “Engkau tidak tahu, dan tidak membaca?” Maka ada penyeru yang menyeru dari langit dengan mengatakan, “Dia dusta. Maka bentangkanlah permadani dari neraka dan bukakanlah untuknya pintu ke neraka”. Lalu sampailah kepadanya panas neraka dan hembusan panasnya. Disempitkan kuburnya hingga bertautlah tulang rusuknya karenanya. Datanglah kepadanya (di dalam sebuah riwayat: didatangkan kepadanya dalam bentuk) seorang laki-laki yang buruk wajahnya buruk pakaiannya dan busuk baunya. Lalu orang itu mengatakan, “Aku kabarkan kepadamu tentang sesuatu yang membuatmu menderita. Inilah hari yang dijanjikan kepadamu”. Lalu ia mengatakan kepadanya, “(Engkau telah diberikan kabar jelek oleh Allah)”. Siapakah engkau ini? Wajahmu menunjukkan wajah orang yang datang dengan kejelekan”. Orang itu menjawab, “Aku adalah amalanmu yang buruk. (Demi Allah, tidaklah aku mengetahuimu, kecuali engkau adalah orang yang berlambat-lambat dari melakukan ketaatan kepada Allah dan bergegas kepada kemaksiatan kepada Allah. Maka Allah membalasmu dengan yang terburuk)”. Kemudian didatangkan kepadanya seorang yang buta, tuli lagi bisu dengan membawa sebuah palu besar di tangannya! Kalau saja palu itu dipukulkan kepada gunung, tentu gunung itu menjadi debu. maka orang itu memukulkan palu itu kepadanya hingga ia menjadi debu. Kemudian Allah mengembalikannya lagi seperti semula. Lalu orang itu memukulnya sekali lagi hingga ia memekik keras dengan teriakan yang bisa didengar oleh segala yang ada, kecuali manusia dan jin. Kemudian dibukakan pintu neraka untuknya dan dibentangkan permadani dari neraka). Maka ia berkata:”Ya Rabbi! janganlah Engkau datangkan hari kiamat itu!” (HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4753), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (107), Ath-Thoyalisiy dalam Al-Musnad (753), dan Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushonnaf (12059). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (1630))
Demikianlah perjalanan kita kali ini. Semoga bisa menjadi nasihat bagi kita sebagai calon penghuni kubur yang akan segera menyusul orang-orang yang ada dalam liang lahat. Maka persiapkanlah imanmu dan amal sholihmu dengan mempelajarilah agamamu sehingga engkau menjadi orang-orang yang selamat dari hardikan malaikat, dan himpitan kubur yang gelap. Ingatlah dunia dan umurmu singkat !!
Dikutip dari http://almakassari.com/?p=242, Penulis: Buletin Jum’at Al-Atsariyyah Judul: Misteri Alam Kubur